Perbedaan Rebonding dan Smoothing Serta Segala Risikonya Yang Perlu Kamu Ketahui

Perbedaan rebonding dan smoothing beserta resikonya

1 bulan lalu

Tampil cantik memang perlu all out ya, Girls? Nggak cuma soal wajah dan pakaian, tapi juga rambut. Rambut juga perlu perawatan khusus supaya bisa tampil cantik maksimal dan mudah diatur. Apalagi buat kamu yang punya masalah rambut awut-awutan. Pasti menyebalkan banget ya harus rajin mencatok rambut tiap kali mau pergi. Oleh karena itu, kadang rebonding atau smoothing jadi solusi untuk merawat rambutmu supaya lurus dan nggak berantakah. Namun sebenarnya, apa itu rebonding dan apa itu smoothing?

Baik rebonding maupun smoothing, keduanya merupakan treatment meluruskan rambut semi permanen. Namun, sebelum memulai perawatan rambut, kita kadang belum tahu perbedaan rebonding dan smoothing. Jadi, ketika ke salon, bingung sendiri deh harus bilang apa ke hair stylist. Sementara kalau terlanjur salah treatment, selain hasilnya bisa nggak maksimal, juga sayang uang.

Apa itu rebonding?

Sebelum tahu perbedaannya, kamu harus tahu dulu pengertian rebonding, Girls. Rebonding ini adalah proses pelurusan rambut secara kimiawi yang tujuannya mengubah struktur protein rambut. Jadi prosesnya memakai bahan kimia yang akan mengubah atau memotong ikatan kutikula dalam rambut. Lalu, bagaimana dengan smoothing?

Apa itu smoothing?

Smoothing merupakan teknik meluruskan rambut menggunakan bahan kimia yang tujuannya adalah untuk menyejajarkan kembali susunan rambut agar tampak lebih halus, rapi, dan mudah diatur. Smoothing ini biasanya menggunakan obat yang mengandung keratin – jenis protein yang menyusun kulit, kuku, dan rambut manusia.

Perbedaan Rebonding dan Smoothing

Nah, selanjutnya kamu harus tahu nih perbedaan lebih lanjut rebonding dan smoothing dengan menyimak ulasan di bawah ini.

  1. Beda jenis rambut, beda treatment

    Biasanya yang melakukan pelurusan rambut adalah kamu-kamu yang memiliki rambut awut-awutan dan ingin terlihat lebih rapi maupun yang memiliki rambut keriting tapi ingin tampil beda dengan rambut lurus. Nah, melakukan smoothing dan rebonding ini akan bergantung pada jenis rambut, tepatnya seberapa keriting rambutmu, Girls. Rebonding lebih cocok untuk kamu yang memiliki rambut dengan tingkat keriting yang parah. Sementara smoothing, cocok bagi kamu pemilik yang rambut secara alami sudah cukup lurus atau tidak terlalu keriting. Nah, kalau sudah mengerti jenis rambutmu, maka kamu tahu ‘kan perbedaan rebonding dan smoothing serta mana yang lebih cocok buat kamu?

  2. Teknik dan bahan yang digunakan berbeda

    Perbedaan rebonding dan smoothing yang kedua terletak pada teknik dan bahan yang digunakan. Rebonding menggunakan bahan kimia yang lebih besar takarannya dengan teknik yang digunakan membuat obat meresap pada kutikula rambut. Hal ini akan mengubah struktur alami rambut menjadi lurus.

    Sementara pada smoothing, bahan yang digunakan adalah obat yang mengandung protein atau keratin dan diaplikasikan sebelum menggunakan pelurus. Tekniknya adalah membuat struktur rambut lebih sejajar. Hasilnya, struktur alami rambut tidak akan terubah, sehingga rambut tampak lurus alami dan lebih lembut.

  3. Daya tahan berbeda

    Perbedaan rebonding dan smoothing yang juga signifikan terletak di ketahanannya. Rebonding memiliki hasil dengan daya tahan lebih permanen, yaitu antara 7 bulan sampai 1 tahun, tergantung dari jenis rambut. Pasalnya, rambutmu mengalami pertumbuhan setiap 6 bulan sekali, jadi dalam kurun waktu ini kamu perlu ke salon lagi untuk retouch ya Girls.

    Kalau smoothing ketahanannya hanya sementara, yaitu maksimal 3 bulan. Jadi, smoothing lebih cocok untuk kamu yang mudah bosan dengan gaya rambut. Smoothing juga lebih cocok kalau rambutmu mudah kering.

  4. Hasil akhir keduanya berbeda

    Perbedaan rebonding dan smoothing juga terletak pada hasil akhir rambutmu, karena keduanya memang teknik yang berbeda Girls. Hasil rambut yang di-rebonding akan
    terlihat lurus tapi kaku dan agak keras, sementara rambut yang di-smoothing akan terlihat lemas, lurus, halus atau lembut.

    Hal ini karena obat untuk rebonding memang tujuannya mengubah struktur rambutmu, sementara obat yang digunakan untuk smoothing lebih memiliki efek untuk melembutkan rambut. Meski hasilnya sama-sama lurus, tetap ada perbedaan, ‘kan?

  5. Waktu pengerjaan treatment

    Waktu pengerjaan juga merupakan salah satu hal yang menjadi perbedaan rebonding dan smoothing. Rebonding membutuhkan waktu pengerjaan yang relatif singkat, yaitu cuma 2 – 3 jam. Sementara smoothing justru prosesnya sedikit lebih lama, yaitu 4 – 5 jam-an, tergantung jenis dan panjang rambut.

    Smoothing ini waktu pengerjaannya lebih lama, tapi hasilnya justru kurang tahan lama. Hal ini karena proses pengolesan pelembut rambut membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun untuk rebonding, obatnya memang diformulasikan cepat meresap, jadi lebih cepat deh.

  6. Harga kedua treatment berbeda

    Soal harga, hal ini juga merupakan perbedaan rebonding dan smoothing yang sangat jelas dan perlu dijadikan pertimbangan. Meski hasilnya lebih permanen, harga rebonding justru relatif lebih murah dibandingkan smoothing, yaitu separuhnya. Nah, pikir-pikir dulu deh Girls. Jangan sampai hanya karena budget belum mencukupi, kamu malah memilih treatment yang kurang cocok untuk rambutmu.

  7. Perawatan lanjutan

    Meski rambutmu sudah di-rebonding maupun di-smoothing, bukan berarti perawatan selesai lho. Setelahnya, kamu tetap harus merawat rambutmu dengan baik. Setelah melakukan rebonding, untuk beberapa bulan pertama, kamu nggak disarankan untuk mem-blow out melakukan penataan lain yang dapat mengubah bentuk rambut sementara. Selain itu, kamu juga nggak boleh melakukan prosedur lain yang menggunakan bahan kimia keras seperti mengecat rambut. Hal ini agar rambutmu nggak rusak dan semakin kering.

Nah kalau kamu melakukan smoothing, kamu tetap bisa kok menata dan mengubah rambutmu dengan gaya lain. Hanya saja, kamu perlu melakukan smoothing setiap 3 bulan sekali agar kelurusan rambutmu tetap terjaga Girls. Namun tetap saja, kamu juga harus merawat rambutmu dengan baik supaya nggak mudah rusak.

Jika sudah tahu perbedaan kedua teknik pelurusan rambut tersebut, kamu pun perlu mengetahui risiko melakukan rebonding maupun smoothing, Girls. Hal ini bisa menjadi bahan pertimbanganmu lebih matang sebelum merogoh dompet untuk mengubah gaya rambut menjadi lurus.

Risiko rebonding

  1. Rambut dan kulit kepala akan terpapar bahan kimia

    Rebonding memang proses meluruskan rambut yang cepat, Girls. Hal ini karena obat yang digunakan mengandung bahan kimia bersifat alkali. Risiko rebonding ini jika nggak cocok, bisa menyebabkan kulit kepala mengalami luka bakar dan rambut mengalami kerontokan parah. Pasalnya, alkali merupakan bahan aktif.

  2. Merusak struktur rambut

    Karena proses rebonding memang tujuannya untuk mengubah struktur rambut, treatment ini berisiko juga menyebabkan struktur rambutmu rusak. Akibatnya, lapisan luar dari helai rambut bisa rusak, rambut bisa kering pecah-pecah dan kehilangan kelembapan alami. Ini juga merupakan risiko rebonding yang perlu kamu pertimbangkan.

  3. Rambut berisiko mengalami kerontokan parah

    Penggunaan obat rebonding ditambah treatment dengan suhu tinggi, akan merusak kekuatan kutikula rambut. Maka salah satu risiko rebonding adalah kerontokan parah. Kamu harus melakukan perawatan yang tepat untuk mencegahnya.

  4. Ujung rambut bercabang

    Risiko rebonding salah satuya adalah merusak struktur lapisan helai rambut. Jadi, nggak heran jika ujung rambutmu bisa bercabang. Kamu harus rutin memangkas cabang ujung rambut secara berkala, ya.

  5. Alergi

    Rebonding ini obatnya akan meresap sampai kulit kepala. Jadi, kalau kamu takut dengan risiko rebonding yang satu ini, apalagi jika kulit kepalamu mudah alergi, lebih baik pikir-pikir lagi, deh. Jangan sampai kulit kepalamu terlanjur mengalami kemerahan, ruam, atau bengkak, ya.

Risiko smoothing

  1. Rambut bisa berminyak

    Salah satu risiko smoothing yang perlu kamu waspadai adalah rambutmu jadi mudah berminyak, Girls. Hal ini merupakan efek dari penggunaan lotion dan serum ketika proses meluruskan rambut dengan smoothing yang menyebabkan rambutmu lebih berminyak daripada sebelum dilakukan treatment.

  2. Rambut bisa mengalami kerontokan

    Nggak cuma rebonding, risiko smoothing salah satunya juga menyebabkan kerontokan rambut. Hal ini karena bahan kimia yang dipakai untuk proses smoothing juga berisiko mempertipis dan memperlemah kekuatan rambutmu.

  3. Munculnya ketombe

    Bahan kimia yang digunakan dalam proses smoothing, setelah pemakaian pasti rambut akan mengalami tahap pembilasan. Jika nggak bersih, maka risiko smoothing ini bisa menyebabkan munculnya ketombe. Bahkan, kulit kepalamu juga rentan gatal-gatal lho, Girls.

  4. Alergi

    Masih sama dengan rebonding, salah satu risiko smoothing juga terjadinya alergi pada kulit kepalamu. Alergi memang bentuk reaksi kulit kepalamu yang menandakan bahwa kulitmu nggak cocok dengan obat kimia yang digunakan. Reaksi yang muncul pada tiap orang bisa berbeda. Bisa gatal-gatal pada rambut dan kulit kepala, kemerahan, bahkan bisa saja gangguan pada mata lho.

Jika kamu sudah memahami perbedaan rebonding dan smoothing beserta risiko yang ditimbulkan dari kedua treatment tersebut, maka saatnya kamu memilih dengan bijak mana yang terbaik untuk rambutmu. Mengikuti trend boleh saja, tapi jangan sampai luput memperhatikan hal-hal kecil yang dapat merusak mahkotamu.

Selain itu, rambut yang cantik juga bukan selalu yang memiliki bentuk lurus, melainkan yang sehat dan terawat. Kalau memang kamu ingin melakukan salah satu dari kedua treatment tersebut, maka baiknya konsultasikan dengan hair stylist yang terpercaya, ya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *