Tanda Kamu Menjalani Toxic Relationship dan Cara Menyikapinya

4 bulan, by Hai Gadis

Saat menjalin hubungan dengan seseorang, kamu pasti mendambakan hubungan yang sehat ‘kan, Girls? Jika hubungan yang kamu jalani sehat, maka kamu akan merasa bahagia, memiliki nuansa yang positif bersama pasangan, saling mendukung satu sama lain, dan masing-masing bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Namun, sering nggak sih kamu mendengar istilah toxic relationship? Atau jangan-jangan kamu sedang terjebak di dalamnya? Tentunya, kamu harus tahu tanda toxic relationship supaya bisa mengerti apakah hubungan yang kamu jalani masih sehat atau enggak.

Kamu pasti tahu dong kalau dalam setiap hubungan, konflik memang akan selalu ada meskipun kamu menjalani hubungan yang sehat. Konflik tersebutlah yang akan membuat kamu dan pasangan bisa lebih dewasa, lebih memahami satu sama lain, serta sama-sama mengambil pelajaran di dalamnya. Hal ini akan terasa berbeda ketika kamu menjalani hubungan yang toksik, kamu justu akan merasa nggak bahagia, merasa lelah, nggak nyaman, hubungan terasa negatif, hingga bisa menguras pikiran dan tenagamu.

Lantas, apa sih toxic relationship itu?  Toxic relationship atau hubungan beracun adalah istilah untuk menggambarkan bahwa hubungan yang kamu jalani terasa nggak sehat dan bisa berdampak buruk bagi fisik hingga mentalmu. Sebenarnya toxic realtionship ini nggak hanya bisa terjadi pada sepasang kekasih. Bisa juga terjadi pada hubungan pertemanan, lingkungan kerja, hingga lingkungan keluarga. Namun dalam artikel ini, Hai Gadis akan fokus membahas tentang toxic realtionship dalam hubungan sepasang kekasih ya, Girls.

Tanda toxic relationship

Mungkin sebagian dari kamu sudah pernah mengalami hubungan beracun, melihat orang terdekatmu mengalaminya, atau justru sedang mengalaminya? Bahkan mungkin kamu justru nggak menyadari bahwa hubunganmu dengan pasangan yang selama ini terasa melelahkan ternyata adalah hubungan yang toxic? Daripada kamu kebingungan, kenali deh tanda toxic relationship berikut ini.

1. Salah satu pihak mendominasi

Tanda toxic relationship salah satunya adalah saat kamu atau pasangan ada yang mendominasi dalam hubungan. Dalam menjalin hubungan yang sehat, biasanya di antara kedua belah pihak akan saling menyayangi, saling mendukung, dan saling menerima satu sama lain. Kala ada masalah pun, kalian akan bekerja sama dan berbagi pendapat dalam mengambil keputusan.

Jika pasanganmu cenderung mendominasi, ia biasanya memaksakan pendapatnya dan kurang menghargai pendapatmu. Atau bisa juga ia terlalu mengendalikan dirimu yang membuatmu justru nggak bisa memutuskan sesuatu untuk dirimu sendiri. Kamu pun semacam terlalu diatur olehnya. Contohnya, ingin bertemu sahabat, kamu harus mendapatkan izinnya terlebih dahulu. Atau ingin hangout bersama teman, ia akan marah jika kamu nggak memberitahunya. Duh, jangan sampai deh Girls!

2. Kamu selalu merasa kurang di matanya

Tanda toxic relationship selanjutnya adalah saat kamu selalu merasa kurang di mata pasanganmu. Bisa dibilang, kamu selalu merasa insecure karena pasangan bersikap seolah apa yang kamu lakukan terasa kurang baginya. Misalnya, kamu meminta bertemu dengannya hanya di akhir pekan karena di hari lain kamu fokus dengan segala aktivitasmu. Hanya saja, kamu akan tetap memberinya kabar setiap hari meski nggak harus bertemu.

Sementara itu, ia menganggapmu justru kurang perhatian padanya karena ia ingin bertemu denganmu setiap hari. Selain itu, bisa juga kamu jadi merasa insecure ketika ia terlalu berekspektasi tinggi terhadapmu. Kamu jadi merasa ia terlalu menuntut. Hubungan jadi kurang nyaman deh karena ia nggak pernah merasa cukup terhadapmu.

Padahal, dalam sebuah hubungan hendaknya kedua belah pihak harus bisa menerima satu sama lain. Termasuk menerima segala kekurangan dan kelebihan. Bukannya menuntut seseorang untuk selalu terlihat sempurna. Hayo, apakah kamu sedang mengalami tanda hubungan beracun yang satu ini?

3. Ia cenderung kurang supportive

Dalam hubungan yang baik, satu sama lain seharusnya saling mendukung. Misalnya saja dalam hal meraih cita-cita, mengejar karir, pendidikan, dan lain sebagainya. Namun pada hubungan yang toxic, pasangan akan cenderung kurang supportive. Padahal sebaliknya, kamu sangat mendukungnya dalam meraih cita-citanya,  eh dia justru membatasimu dalam banyak hal.

Mau berkarir sesuai keinginanmu, ia kurang mendukung. Mau menjalankan hobimu, ia kurang suka. Atau justru mau mengejar pendidikan, ia malah merasa kamu mengabaikannya. Kalau sudah begini sih kamu benar-benar terjebak di hubungan yang toxic, Girls. Tentunya, hal ini juga menguras mental dan pikiranmu.

4. Terlalu banyak mengkritikmu

Pernah nggak sih mengalami hubungan yang toxic di mana pasangan sedikit-sedikit melontarkan kritik? Memang sih, kritik itu baik karena terkadang akan membangun diri kita untuk belajar dari kesalahan. Namun jika kritiknya seperti, “Kok kamu gendut sih?”, “Kok kamu nggak bisa pinter dikit sih, aku aja bisa ngerjain itu”, atau “Kamu bisa nggak sih putihan dikit kulitnya supaya lebih cantik?”?

Itu sama saja mencela kekuranganmu. Jika kritik yang ia sampaikan membuatmu jadi nggak bisa menghargai diri sendiri dan kekuranganmu sendiri, maka hal tersebut termasuk tanda toxic relationship. Boleh deh sesekali mengkritikmu seperti kritik agar kamu nggak malas belajar, dan kritik yang membangun lainnya. Tentunya, kritik juga harus disampaikan dengan bahasa yang baik, bukan?

6. Pada setiap permasalahan, kamu terus menjadi kambing hitam

Selanjutnya, yang termasuk tanda toxic relationship adalah ketika kamu terus menjadi kambing hitam saat kamu dan pasangan mengalami masalah. Mengalami masalah dalam suatu hubungan itu wajar dan bisa membuat hubungan menjadi lebih berkualitas. Sebab, keduanya akan turut mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Namun jika salah satu selalu disalahkan alias menjadi kambing hitam atas permasalahan tersebut, tentu hubungan jadi sangat toxic. Kamu jadi merasa bahwa kamulah sumber dari segala permasalahan. Meski terkadang kamu tahu bahwa bukan kamu sebab dari permasalahan, kamu akan terus mengalah demi keberlangsungan hubungan atau justru demi membahagiakan pasangan.

7. Selalu ada kebohongan

Dalam menjalin hubungan, kejujuran dan keterbukaan itu penting lho meski masing-masing masih memiliki privasi. Sebab, jujur dan terbuka akan membuat kedua pihak saling percaya sehingga hubungan semakin kuat. Nah, salah satu tanda hubungan beracun yang bikin nggak bahagia antara lain ya ketidakjujuran.

Hal ini bisa saja terjadi akibat kamu maupun pasangan yang berbohong. Misalnya saja saat salah satu dari kalian akan reuni dengan teman sekolah yang ada lawan jenisnya, bukankah lebih baik katakan secara jujur pada pasangan? Selain itu, bahkan setiap permasalahan pun akan lebih cepat selesai jika diungkapkan secara terbuka. Sebab kebohongan nantinya akan berujung kebohongan lain yang berujung pada ketidakpercayaan. Hubungan jadi toxic dan bisa-bisa nggak bertahan lama.

8. Kamu nggak bisa menjadi diri sendiri

Ketika kamu nggak bisa menjadi diri sendiri saat menjalin hubungan dengan pasanganmu, hal ini termasuk tanda toxic relationship. Bayangin deh, misalnya kamu suka makeup atau mewarnai rambut, eh pasanganmu melarangmu. Kamu suka dengan model pakaian tertentu, eh pasangan menuntutmu menggunakan pakaian yang nggak kamu sukai hanya karena ia mengatakan kamu lebih cantik menggunakan pakaian tersebut.

Hmm, kalau sudah begitu sih kamu akan susah jadi diri sendiri. Kamu juga akan kesulitan melakukan hal-hal yang kamu sukai karena kamu nggak ingin mengecewakan pasanganmu. Padahal dalam menjalin hubungan, masing-masing harusnya saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, bukan?

9. Pasangan terlalu posesif

Hayo, siapa nih yang sedang mengalami hal ini alias diposesifin pasangan? Hati-hati lho Girls karena posesif berlebihan termasuk tanda hubunganmu toxic. Pasanganmu jadi sering memantau setiap aktivitasmu secara berlebihan. Hingga contohnya adalah menyadap aplikasi Whatsapp-mu karena ingin tahu kamu berkirim pesan dengan siapa saja.

Atau, bisa juga contoh lain seperti pasangan cemburu dan marah berlebihan saat kamu nggak sengaja menyapa teman lamamu yang lawan jenis karena berpapasan di jalan. Jika pasangan terlalu posesif, ia akan cenderung membatasi aktivitasmu dengan alasan yang kurang masuk akal. Kamu pun jadi tertekan sendiri. Bahkan, hubunganmu dengan teman-temanmu atau rekan kerja bisa-bisa jadi buruk akibat pasangan terlalu mengekang.

10.Adanya kekerasan baik fisik maupun verbal

Nah, kalau poin yang satu ini mungkin kamu sudah tahu ya, Girls? Bagaimana pun, kekerasan dalam hubungan, entah itu kekerasan fisik atau verbal adalah tanda toxic relationship. Masa iya sih kamu akan merasa nyaman dan baik-baik saja saat pasanganmu marah, ia akan memukulmu atau menyakitimu? Begitu pula ketika ia melontarkan kata-kata kasar yang menyakiti hatimu, tentu itu sudah nggak bisa dianggap remeh lagi.

Apapun alasannya, kekerasan adalah tindakan yang salah. Meskipun hal tersebut muncul karena pasangan marah kepadamu atas kesalahan yang kamu lakukan. Kesalahan atau masalah bisa kok diselesaikan dengan baik tanpa saling menyakiti, bukan? So, kalau pasanganmu sudah main fisik dan suka berkata kasar, kamu pasti tahu deh apa yang harus kamu lakukan.

11. Kamu selalu dibandingkan dengan orang lain

Tanda hubungan toxic yang satu ini juga masih relate dengan poin nomor 2 nih, Girls. Pasangan selalu merasa bahwa kamu kurang di matanya juga termasuk toxic. Apalagi jika ia sampai membandingkanmu dengan orang lain. Yang lebih parah, ia justru membandingkanmu dengan mantan alias masa lalunya.

Ia jadi kurang menghargai kelebihan dan kekuranganmu. Duh, kalau sudah begini sih pasti bakalan menyerang mental kamu. Kamu pun jadi selalu merasa insecure karena ia nggak bisa menerimamu apa adanya. Semoga kamu nggak terjebak dalam situasi ini deh!

12. Ia sering meremehkan perasaanmu

Tanda toxic relationship yang nggak kalah menyebalkan adalah saat pasanganmu sering meremehkan perasaanmu. Dalam berhubungan, terkadang kamu pasti akan merasa ada yang salah darinya dan membuatmu sedih atau marah. Nah, pasangan yang toxic bukannya introspeksi diri justru malah berkata, “Halah, gitu aja marah.” atau “Halah, kamu gitu aja masa baper, aku ‘kan cuma bercanda.”.

Ia jadi cenderung kurang peduli dengan perasaanmu. Akibatnya, kamu akan sibuk memvalidasi perasaanmu sendiri, seperti merasa, “Apa bener ya aku baperan?”, “Apa iya ya aku gampang marah?”. Kamu pun jadi nggak bebas mengekspresikan perasaanmu. Kalau ada suatu masalah, kamu jadi memilih untuk memendamnya. Hal ini tentu nggak bagus buat kesehatan mentalmu.

Itulah beberapa tanda toxic relationship yang pastinya sangat nggak sehat untukmu. Semoga saja kamu nggak terjebak dalam salah satu dari situasi-situasi di atas, ya. Namun jika memang kamu sedang berada dalam hubungan yang toxic, maka kamu nggak perlu khawatir. Kamu  bisa menyikapinya dengan hal-hal berikut ini.

Tips menyikapi toxic relationship

Bingung gimana cara keluar dari toxic relationship? Nih, Hai Gadis punya beberapa tips menyikapi toxic relationship yang bisa kamu lakukan:

1. Pahami lagi apakah hubunganmu bisa dipertahankan atau enggak

Hal pertama yang bisa kamu lakukan sebagai cara menyikapi toxic relationship antara lain adalah memahami hubunganmu. Dengan situasi toksik tersebut, kamu bisa memikirkan apakah hubunganmu bisa dipertahankan atau justru lebih baik diakhiri. Meski cenderung sulit, memperbaiki hubungan yang beracun bisa saja dilakukan kok. Caranya dengan saling terbuka, saling introspeksi, dan sama-sama berkomitmen untuk menjalin hubungan yang sehat.

Jika sulit dilakukan berdua, kamu bisa kok minta bantuan profesional. Namun jika antara kamu atau pasangan sulit berkomitmen untuk berubah lebih baik dan menjalin hubungan sehat, mengakhirinya mungkin jadi jalan yang tepat. So, pikirkan baik-baik ya, Girls.

2. Berani untuk berpisah

Terkadang, seseorang memutuskan untuk tetap bertahan pada hubungan yang toksik karena merasa masih menyayangi pasangan. Sementara itu, ia tetap menahan ketidaknyamanan dan rasa tertekan dalam menjalani hubungan sambil berharap pasangan bisa berubah. Boleh saja kamu memutuskan bertahan jika hubungan masih bisa diperbaiki dan dijalani dengan lebih baik atas komitmen kedua belah pihak.

Namun jika nggak ada solusi dan terus bertahan begitu-begitu saja, kamu harus berani untuk berpisah, Girls. Hal ini akan lebih baik untuk kesehatan mental kamu. Memang akan sulit karena kamu sangat menyayanginya dan sudah banyak kenangan dengan pasangan yang kamu miliki. Namun, lama-kelamaan kamu pasti bisa move on kok.

3. Ungkapkan secara jujur perasaanmu

Cara menyikapi toxic relationship berikutnya adalah dengan mengungkapkan perasaanmu secara jujur. Apa yang kamu rasakan selama menjalani hubungan, bisa banget kok diungkapkan ke pasanganmu secara baik-baik. Jangan sampai kamu malah enggan mengatakannya karena takut membuat pasanganmu tersinggung atau sakit hati.

Selanjutnya, kamu bisa deh melihat bagaimana responnya. Jika pasanganmu mau introspeksi diri dan bukannya malah playing victim, maka kamu akan lebih mudah mendiskusikan tentang kelanjutan hubungan. Kamu pun nggak perlu takut untuk membuat keputusan mengenai hubunganmu selanjutnya. Oh ya, jika seseorang nggak berani berdiskusi dengan pasangannya, berarti hal tersebut menjadi tanda hubungan nggak sehat lho.

4. Percaya diri

Percaya diri itu penting lho, Girls. Apalagi jika kamu ingin segera keluar dari hubungan yang beracun. Percaya dirilah dalam membuat keputusan, berkata jujur pada pasanganmu, dan yakin bahwa kamu pun berhak bahagia. Oh ya, saat mendiskusikan tentang masalah hubungan toksik ini, nggak jarang ada pasangan yang justru bersikap gaslighting alias memanipulasi agar kamu jadi ragu-ragu.

Atau justru bersikap playing victim di mana ia juga memanipulasi agar seolah-olah kamulah sumber dari masalah hubunganmu ini.  Percaya diri menjadi salah satu cara untuk menyikapi toxic relationship sehingga kamu nggak merasa rendah diri. Gimana? Nggak mau ‘kan terjebak pada hubungan nggak sehat ini terus-menerus?

5. Ungkapkan kritik secara sehat

Cara menyikapi toxic relationship yang satu ini masih nyambung sih Girls dengan poin kedua. Saat kamu mengungkapkan perasaanmu secara jujur, jangan lupa juga untuk sampaikan kritik secara sehat. Nggak perlu takut deh obrolanmu jadi nggak nyaman. Yang terpenting, semua hal yang kamu pendam selama ini tersampaikan.

Begitu pula dengan pasanganmu, kamu bisa memintanya untuk menyampaikan kritiknya kepadamu secara sehat. Jangan sampai deh kamu berpikir untuk berbohong demi kebaikannya atau justru selalu mengalah karena takut berargumen. Dengan demikian, percakapan akan terjadi dua secara dua arah.

Gimana? Cara menyikapi toxic relationship di atas mudah atau sulit untuk kamu lakukan nih, Girls? Jika merasa kesulitan, meminta bantuan profesional juga jadi solusi yang oke kok. Yang terpenting, kamu bisa terbebas dari hubungan yang nggak sehat deh. Semoga setelah ini, pikiran dan mental kamu jadi lebih baik, ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *